Menghilangkan kebiasaan buruk memang
tidak gampang, Sob. Namun juga tidak sesulit yang kita bayangkan.
Masalahnya adalah kita terkadang tidak benar-benar percaya apakah kebiasaan buruk itu bisa dihilangkan dan dihentikan selama-lamanya dalam diri kita.
Berikut merupakan 13 jurus yang dapat dipraktekkan untuk memusnahkan kebiasaan buruk yang sering kita perbuat:
1. Percaya Kita Bukanlah Kebiasaan Buruk Kita
Untuk bisa menghilangkan kebiasaan buruk, terlebih dahulu kita harus percaya bahwa kita bukanlah orang yang punya kebiasaan buruk seperti itu. Logikanya, ketika kita yakin bahwa diri kita adalah kebiasaan buruk kita, maka kita akan berpikir “memang
itulah saya! kalo saya mencoba untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu
maka saya tidak menjadi diri sendiri! saya tidak bisa!”
Tapi kalau kita yakin bahwa kita bukanlah kebiasaan buruk kita, maka kita akan berpikir, “Saya bukan orang yang seperti itu! saya akan melakukan segala cara untuk bisa menghilangkannya!”
2. Percaya Bahwa Itu Bukan “Kebiasaan”
Sebenarnya
mengatakan bahwa itu adalah “kebiasaan buruk” akan memperkuat
melekatnya hal itu pada diri kita. Kata “kebiasaan” sudah tertanam di
benak semua orang sebagai sesuatu yang teramat sulit untuk
diubah/dihilangkan. Maka kita perlu mengganti kosa kata kita. Jangan
mengatakan “kebiasaan”. Lebih baik katakan “sesuatu yang tidak baik”
atau “kekhilafan”. Tujuannya adalah untuk mengubah persepsi otak kita
bahwa kita pasti bisa dan harus segera bisa menghilangkannya.
3. Asosiasikan Penderitaan Dan Kejelekan!
Anthony
Robbins, motivator no. 1 sejagad, mengatakan hanya ada 2 hal yang
mempengaruhi kehidupan manusia secara keseluruhan, yakni kesenangan dan
kepedihan. Alasan mengapa seseorang melakukan apa yang mereka lakukan
dan menghindari apa yang tidak mereka lakukan adalah 2 hal ini. Karena
mereka ingin mendapatkan kesenangan dan ingin menghindari kepedihan.
Nah,
kebiasaan buruk terjadi karena kita menghubungkan kebiasaan buruk itu
dengan kesenangan yang akan kita dapatkan. Misalnya merokok. Semua
perokok, pasti lebih cenderung memikirkan kesenangan dari merokok. Bukan
penderitaannya. Nah, untuk menghilangkan kebiasaan buruk merokok atau apapun yang lainnya, hubungkanlah kebiasaan buruk itu dengan kepedihan dan penderitaan.
4. Fokus Pada Diri KitaKalau
kita percaya kita bukanlah kebiasaan buruk kita, berarti kita adalah
kebiasaan baik kita. Fokuslah pada kebiasaan baik diri kita. Katakan “saya adalah orang yang senang tersenyum!” atau “Saya punya kebiasaan menyisihkan sebagian uang saya untuk disumbangkan!” Katakan yang sebenarnya mengenai kebaikan diri kita.
5. Alihkan Fokus Kita
Ketika keinginan untuk melakukan kebiasaan buruk itu datang, alihkan fokus pikiran kita pada sesuatu hal yang lain yang lebih menarik. Ingat! yang lebih menarik. Bukan sembarang mengalihkan fokus pikiran, tetapi mengalihkannya kepada sesuatu yang benar-benar lebih menarik.
6. Temukan Solusi dan Ceritakan Pada Orang Lain!
Alih-alih fokus pada diri sendiri, fokuslah pada membantu orang lain menghilangkan kebiasaan buruk mereka. Jika seseorang bertanya, bagaimana menghilangkan kebiasaan buruk merokok,
ceritakan apa yang biasa dilakukan untuk mengatasinya pada diri kita.
Ini akan membantu otak kita untuk fokus pada solusinya bukan pada
masalahnya. Jadi di samping membantu orang lain, sebenarnya kita sedang membantu diri sendiri.
7. Tulis
Jangan
hanya berkomitmen. Tapi tulislah komitmen untuk menghilangkan kebiasaan
buruk itu di kertas. Tulis Jenis Kebiasaan buruk yang ingin
dihilangkan. Dan cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya.
Menceritakan komitmen kita kepada orang lain, akan lebih menguntungkan.
8. Jangan Berubah Untuk Orang Lain
Seringkali demi
cinta dan sayang terhadap seseorang kita rela berubah. Misal, demi si
fulanah, gue rela nggak lagi pake narkoba. Tetapi sebenarnya, tanpa
motivasi dalam diri yang kuat, kecenderungan untuk berhenti di tengah
jalan dapat terjadi.
Lakukan sebaliknya,
kita dapat melibatkan orang tercinta sebagai faktor pendorong motivasi
sementara motivasi utama tetap berasal dari dalam diri demi kebaikan
diri sendiri. Misalnya melakukan sesuatu demi kesehatan atau
meningkatkan kepercayaan diri. “Gue tau… make narkoba bisa merusak otak
gue. Gue akan berhenti!”
9. Jangan Bercermin di Kesalahan Orang Lain
Keberhasilan yang
diraih seseorang dalam waktu singkat belum tentu dapat terjadi sama
persis terhadap diri kita. Setiap orang memiliki pengalaman uniknya
sendiri. Proses yang lamban, namun menunjukkan kemajuan, lebih baik dari
proses instan yang berhasil hanya untuk sementara.
10. Beri Reward
Beri hadiah kecil
untuk diri sendiri saat berhasil meraih kemajuan. Hadiah menjadikan
proses berat untuk menghilangkan kebiasaan buruk menjadi lebih
menyenangkan. Ada bonus lain yang memacu untuk keras berusaha. Misalnya
saat kita berhasil mengurangi konsumsi junkfood selama sebulan, kita
berhak mendapatkan sepatu atau tas baru. Akan tetapi jangan sampai
hadiah ini menjadi kebiasaan buruk yang baru, hingga kita tergantung
padanya.
11. Hindari Aktivitas yang memancing baliknya kebiasaan buruk
Jika kita
ingin mengerem perilaku boros, mau tidak mau kita harus mengurangi hobi
jalan-jalan ke mal. Pun demikian halnya jika kita berniat berhenti
mengemil. Akan sulit dilakukan jika kita tetap melewatkan waktu dengan
menonton televisi berjam-jam, pergi ke bioskop, atau berkumpul bersama
rekan dan berbincang hingga lupa waktu. Hindari aktivitas yang
mengundang kembalinya kebiasaan yang ingin kita hilangkan.
12. Cari Kebiasaan Pengganti
Menghentikan
kebiasaan buruk, artinya menghapus salah satu bagian dari pola hidup
kita. Jika kita memotong begitu saja kebiasaan tersebut, ada kekosongan
yang terjadi dalam keseharian kita. Akibatnya timbul ketidaknyamanan
yang jika tidak diatasi akan mendorong kita untuk kembali ke kebiasaan
lama. Maka, yang harus kita lakukan adalah mencari kebiasaan pengganti
yang lebih baik.
13. Perbaiki Shalat kita!
Rasulullah s.a.w bersabda, "Barang siapa shalatnya tidak menghalanginya dari perbuatan kejahatan dan kemungkaran,maka tidak ada shalat baginya." (HR.Abu Daud-Durrul Mantsur)
Shalat adalah amalan
yang sangat bernilai. Apabila shalat kita kerjakan dengan tertib, akan
menyebabkan tercegahnya kita dari segala hal yang tidak kita inginkan.
Banyak sekali Hadits Shahih yang menyebutkan mengenai hal ini. Diantaranya ibnu Abbas r.a berkata."Shalat menghentikan kita dari berbuat dosa dan shalat menyelamatkan kita dari dosa-dosa."
Ibnu Umar r.a pernah meriwayatkan hal yang sama. Abdullah bin Mas'ud r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w bersabda,"Barang
siapa tidak mengiringi shalatnya dengan ketaatan,maka itu bukanlah
shalat. Ketaatan yang mengiringi shalat adalah rasa malu dan
meninggalkan perbuatan buruk."(Al-hadits)
Abu Hurairah r.a
menceritakan tentang seseorang yang bercerita kepada Rasulullah s.a.w
bahwa ada orang yang shalat tahajjud di malam hari dan pagi harinya ia
mencuri. Rasulullah s.a.w bersabda,"Dalam waktu dekat shalat itu akan menghentikanya dari perbuatan tersebut."(Durrul-Mantsur)
Dari hadits ini kita mengetahui bahwa jika seseorang yang selalu
menyibukan diri dengan perbuatan maksiat, maka hendaknya ia betul-betul
menyibukkan diri dengan shalat yang benar. Oleh karena dengan shalatnya
itu perbuatan buruknya lama-lama akan hilang.
Setiap perbuatan buruk
akan sukar untuk dihilangkan dan akan membutuhkan waktu yang lama. Akan
tetapi jika kita betul-betul memperhatikan masalah shalat dan
benar-benar menjaganya, maka akan mudah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan
buruk dan juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Dengan barokah
shalat, maka dengan sendirinya kebiasaan buruk itu akan hilang.